Pendidikan
Articles
-
Character Education as the Main Foundation of Quality Youth in Wakap Village, Bantarkalong Sub-District Tasikmalaya District
Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.70437/ex1v6y09 | Check in Google Scholar
The degradation of the character of young people in this era, both urban and urban, is a complex influence of various factors. The study aims to analyze and address the character problems of young people in Wakap Village. The steps taken include the development of a character education curriculum, the implementation of character education, the active involvement of parents and families, and the strengthening of local values. The research also discusses the potential of tourism and local intelligence as an effort to preserve identity and create sustainable development. The research uses a descriptive qualitative approach with the identification of stakeholders through interviews and observations. The results of the research show that the development of character education curriculum that takes into account local values succeeds in improving the understanding and internalization of positive character in young people Village Wakap. Implementing character education involves the bonding of parents, teachers, and the community, creating an environment that supports the formation of a positive character. The anti-bullying program with parents and the involvement of local figures as inspirers also had a positive impact. Strengthening local values in Wakap Village involves introducing local history and culture, cultural activities, and community involvement. Tourism potential and local wisdom can be the basis for sustainable development. These measures together create an educational environment that supports positive character growth and reduces the incidence of bullying. The implications of this research include a deep understanding of public involvement in character education as well as the urgency of applying local values in the context of formal education. Hopefully these findings can be a reference for similar curriculum development in other villages or communities.
-
Edukasi Cuci Tangan Pakai Sabun sebagai Upaya Pencegahan Penyakit Infeksi dalam Mendukung Status Gizi Anak Sekolah Dasar
Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.70437/dinamika.v3i1.24 | Check in Google Scholar
Perilaku hidup bersih dan sehat merupakan salah satu faktor penting dalam pencegahan penyakit infeksi pada anak usia sekolah. Kebiasaan mencuci tangan pakai sabun yang belum terbentuk dengan baik dapat meningkatkan risiko penularan penyakit infeksi seperti diare dan infeksi saluran pernapasan yang secara tidak langsung mempengaruhi status gizi anak. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan siswa sekolah dasar dalam mempraktikkan cuci tangan pakai sabun sebagai upaya pencegahan penyakit infeksi serta mendukung perbaikan status gizi anak. Kegiatan dilaksanakan di SDN 1 Cikatapis dengan metode sosialisasi kesehatan, demonstrasi, serta praktik langsung mencuci tangan yang benar. Evaluasi kegiatan dilakukan melalui observasi pemahaman dan keterampilan siswa dalam melakukan praktik cuci tangan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebelum kegiatan dilaksanakan sebagian besar siswa belum terbiasa mencuci tangan sebelum makan maupun setelah beraktivitas. Setelah dilakukan edukasi dan praktik langsung, sebanyak 80% siswa mampu memahami serta mempraktikkan langkah-langkah cuci tangan pakai sabun dengan benar. Kegiatan ini menunjukkan bahwa edukasi kesehatan berbasis praktik dapat meningkatkan kesadaran dan keterampilan siswa dalam menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat. Program edukasi kesehatan di sekolah perlu dilakukan secara berkelanjutan untuk mendukung pencegahan penyakit infeksi serta berkontribusi dalam penanganan disparitas gizi pada anak usia sekolah.
-
Focus Group Discussion dan Pelatihan Model Pembelajaran AGGA (Apperception, Grouping, Game, Appreciation) Berbasis Kearifan Lokal Gurindam 12 di Bangkinang, Kabupaten Kampar
Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.70437/dinamika.v2i2.30 | Check in Google Scholar
Praktik pembelajaran di sejumlah Taman Kanak-Kanak (TK) di Bangkinang, Kabupaten Kampar masih didominasi metode konvensional yang berpusat pada guru, sementara kearifan lokal Melayu Riau seperti Gurindam 12 karya Raja Ali Haji belum banyak diintegrasikan ke dalam pembelajaran. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memperkuat kompetensi guru TK dalam menerapkan model pembelajaran AGGA (Apperception, Grouping, Game, Appreciation), yaitu model kooperatif berbasis sintaks STAD dan TGT yang memadukan nilai-nilai Gurindam 12 untuk menstimulasi kemampuan berpikir kritis dan berkomunikasi anak usia 5-6 tahun. Kegiatan dilaksanakan melalui dua tahap utama, yaitu Focus Group Discussion (FGD) bersama dosen pembimbing dan guru untuk menajamkan rancangan model, dan pelatihan penerapan sintaks model AGGA bagi guru model di empat TK mitra. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa FGD berhasil merumuskan pemilihan lima pasal Gurindam 12 yang relevan dengan tema pembelajaran, sementara pelatihan meningkatkan pemahaman dan kesiapan guru dalam menjalankan sintaks model, yang tercermin dari peningkatan konsisten keterlaksanaan pembelajaran dari pertemuan pertama hingga pertemuan kelima pada seluruh lokasi uji coba, dengan capaian akhir berada pada kategori Praktis hingga Sangat Praktis.
-
Implementasi Media Pembelajaran Variable Explore Dalam Pembelajaran Siswa Kelas VIII SMP Islam Cendekia Harapan
Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.70437/dinamika.v2i1.16 | Check in Google Scholar
Pendidikan adalah proses terencana yang bertujuan untuk menciptakan suasana belajar yang memungkinkan siswa mengembangkan potensi diri secara aktif. Pendidikan mencakup pengembangan spiritual, kepribadian, kecerdasan, dan keterampilan siswa dan dapat diperoleh melalui berbagai cara, baik formal maupun non-formal, serta berperan penting dalam membentuk karakter siswa. Sehubungan dengan ini, guru memiliki tanggung jawab untuk memfasilitasi pembelajaran yang lebih menarik dan efektif, serta memungkinkan siswa untuk mengeksplorasi materi secara lebih mendalam melalui pendekatan berupa media pembelajaran. Media pembelajaran merujuk pada alat, bahan atau teknologi yang digunakan untuk mendukung proses belajar mengajar, baik dalam bentuk fisik maupun digital. Pemanfaatan media pembelaran dapat meningkatkan kualitas pendidikan dan membantu siswa mencapai tujuan belajar dengan lebih baik. Kegiatan pembelajaran di kelas VIII SMP Islam Cendekia Harapan terdapat banyak siswa yang kurang memahami materi persamaan linear. Oleh karena itu, diperlukan media pembelajaran yang dapat membantu siswa lebih memahami permasalahan terkait persamaan linear dan menjadikan pembelajaran yang lebih menarik, sehingga siswa tidak merasa bosan dan monoton dalam pembelajaran matematika. Untuk meningkatkan penguasaan siswa terhadap persamaan linear, salah satu media pembelajaran yang dapat digunakan adalah Variabel Explore, yang merupakan media pembelajaran yang dirancang untuk meningkatkan pemahaman siswa mengenai materi persamaan linear dengan memanfaatkan teknologi dari software RPG Maker MV. Penelitian diawali dengan pelaksanaan Pre-test, kemudian implementasi media pembelajaran Variabel Explore yang di dalamnya terdapat Post-test. Pada tahap akhir, peneliti membuat laporan akhir yang berisi hasil dari implementasi media pembelajaran Variabel Explore sebagai rujukan peneliti Selanjutnya
-
Implementasi Pengukuran Antropometri pada Anak Kelompok A di TK Dharma Indria 2 Jember
Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.70437/dinamika.v3i1.26 | Check in Google Scholar
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengidentifikasi kondisi pertumbuhan anak usia 4–5 tahun melalui pengukuran antropometri di TK Dharma Indria 2 Jember. Kegiatan menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan melibatkan 12 anak Kelompok A sebagai peserta. Data dikumpulkan melalui observasi terstruktur, pengukuran antropometri secara langsung, dan dokumentasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa seluruh anak memiliki kategori normal pada indikator tinggi badan menurut umur dan lingkar kepala, yang menunjukkan pertumbuhan fisik yang sesuai dengan tahap perkembangannya. Penilaian status gizi berdasarkan indeks massa tubuh menurut umur menunjukkan bahwa sebanyak tujuh anak (58,3%) berada pada kategori gizi baik, sedangkan lima anak (41,7%) berada pada kategori gizi kurang. Pelaksanaan kegiatan didukung oleh guru kelas yang membantu mendampingi dan mengondisikan anak selama proses pengukuran berlangsung. Hasil kegiatan memberikan informasi yang bermanfaat mengenai status pertumbuhan fisik anak sekaligus mendukung deteksi dini terhadap masalah gizi. Kegiatan ini meningkatkan kesadaran guru dan orang tua mengenai pentingnya pemantauan pertumbuhan secara rutin.
-
Implementation of a Creative Reading Corner as an Effort to Enhance Early Childhood Literacy at PAUD Al-Barokah
Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.70437/dinamika.v2i2.25 | Check in Google Scholar
Early childhood literacy development plays a crucial role in supporting children’s learning readiness and future academic success. However, limited literacy environments, learning media, and access to books remain major challenges in many early childhood education institutions. This community service activity aimed to improve early childhood literacy through the implementation of a creative reading corner at PAUD Al-Barokah, Desa Pasir Kembang, Kecamatan Maja, conducted on November 21, 2025. The method used a participatory approach, including needs assessment, program design, implementation, and evaluation. The program consisted of establishing a reading corner, distributing children’s books, and conducting read-aloud (storytelling) activities. The results showed an increase in children’s reading interest, vocabulary development, and confidence in expressing ideas. In addition, teachers demonstrated improvement in applying more interactive literacy teaching strategies. Therefore, the implementation of a creative reading corner proved to be an effective approach in creating a supportive literacy environment for early childhood. This program is recommended to be sustained and replicated in other early childhood education settings.
-
Pelatihan Guru PAUD Membuat Lagu untuk Mendukung Mengajarkan Konsep Bilangan yang Menyenangkan
Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.70437/dinamika.v2i1.18 | Check in Google Scholar
Pelatihan ini dilakukan untuk meningkatkan kemampuan guru-guru PAUD membuat lagu dalam upaya mengajarkan konsep bilangan dengan cara yang menyenangkan. Pelaksanaan pelatihan ini tidak hanya menyampaikan materi tetapi juga strategi baru yang dapat diterapkan di dalam kelas. Pelatihan ini dilaksanakan pada tanggal 5 Juli di Koorwil Dindikpora Kecamatan Kranggan, Temanggung. Pelatihan ini diikuti oleh 92 peserta guru PAUD yang berasal dari 5 kecamatan yaitu Parakan, Pringsurat, Kranggan, Ngadirejo, dan Kandangan. Adapun tahapan pelaksanaan kegiatan ini meliputi identifikasi kebutuhan, pelaksanaan workshop dan pelatihan, pemantauan dan evaluasi. Hasil yang diperoleh yaitu kegiatan pelatihan ini memberikan dampak positif terhadap peningkatan pengetahuan dan kemampuan guru dalam membuat lagu serta pengetahuan materi matematika AUD. Rata-rata skor pretest mengenai pengetahuan musik anak usia dini sebesar 41,53 meningkat menjadi 50,82 pada posttest. Pengetahuan guru mengenai pengetahuan matematika untuk anak usia dini pada saat pretest sebesar 41,55 dan meningkat menjadi 50, 82 pada posttest. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan kompetensi setelah pelatihan baik dari segi pengetahuan musik maupun matematika untuk anak usia dini. Peningkatan rata-rata skor posttest serta pergeseran distribusi skor ke arah yang lebih tinggi menunjukkan bahwa pelatihan berhasil meningkatkan pengetahuan guru mengenai musik dan materi konsep bilangan untuk anak usia dini.
-
Pembelajaran Membaca Huruf Abjad Menggunakan Markerless Berbasis Augmented Reality untuk Anak di TK Negeri Pembina Bangkinang
Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.70437/dinamika.v1i2.11 | Check in Google Scholar
Penggunaan teknologi Augmented Reality (AR) sebagai media pembelajaran inovatif telah menarik perhatian banyak pihak, terutama dalam pendidikan anak usia dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan mengevaluasi aplikasi pembelajaran membaca huruf abjad berbasis AR tanpa penanda (markerless) di TK Negeri Pembina Bangkinang. Aplikasi ini memadukan visualisasi 3D dengan audio interaktif untuk meningkatkan keterlibatan anak. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa aplikasi ini efektif dalam meningkatkan minat belajar anak serta memberikan kemudahan bagi guru dan orang tua dalam mendukung pembelajaran. Artikel ini membahas metode pelaksanaan, hasil evaluasi, serta implikasi penggunaan AR dalam pendidikan anak usia dini.
-
Pembelajaran Membaca Huruf Abjad Menggunakan Markerless Berbasis Augmented Reality untuk Anak di TK Perdana Bangkinang Kota
Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.70437/dinamika.v1i2.29 | Check in Google Scholar
Pemanfaatan teknologi Augmented Reality (AR) sebagai media pembelajaran inovatif semakin banyak diterapkan dalam pendidikan anak usia dini karena kemampuannya menghadirkan pengalaman belajar yang interaktif dan menyenangkan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengimplementasikan dan mengevaluasi aplikasi pembelajaran membaca huruf abjad berbasis AR tanpa penanda (markerless) di TK Perdana Bangkinang Kota. Aplikasi ini memadukan visualisasi tiga dimensi dengan audio interaktif untuk meningkatkan keterlibatan anak dalam mengenal huruf. Hasil pelaksanaan menunjukkan bahwa aplikasi ini efektif meningkatkan minat belajar anak, mempermudah guru dalam menyampaikan materi, serta membantu orang tua mendampingi anak belajar di rumah. Artikel ini menguraikan metode pelaksanaan kegiatan, hasil evaluasi, dan implikasi penerapan AR dalam pembelajaran anak usia dini.
-
Pemberdayaan Guru RA Taskim Pekanbaru Tentang Pembelajaran Aktif, Inovatif dan Menyenangkan
Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.70437/dinamika.v1i2.13 | Check in Google Scholar
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kompetensi guru RA Taskim Pekanbaru dalam menerapkan pembelajaran aktif, inovatif, kreatif, efektif, dan menyenangkan (PAIKEM). Pelatihan diberikan kepada 10 guru melalui penyampaian materi, praktik, dan diskusi interaktif. Metode ini dirancang untuk mengatasi kendala guru dalam menciptakan suasana pembelajaran yang menarik dan tidak membosankan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa 80% peserta menunjukkan antusiasme tinggi selama pelatihan. Namun, evaluasi mengungkapkan bahwa 50% guru belum menerapkan metode PAIKEM secara konsisten, terutama dalam aspek motivasi awal dan ice breaking. Pelatihan ini menghasilkan materi pembelajaran, sertifikat partisipasi, dan peningkatan keterampilan guru dalam merancang aktivitas pembelajaran yang menyenangkan. Kegiatan ini merekomendasikan pendampingan berkelanjutan untuk memastikan implementasi yang optimal di ruang kelas. Secara keseluruhan, pengabdian ini memberikan dampak positif dalam mendukung kualitas pendidikan di RA Taskim Pekanbaru.
-
Pemberdayaan UMKM melalui Workshop dan Pendampingan Sertifikasi Halal di Desa Sumberdanti Kecamatan Sukowono Kabupaten Jember
Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.70437/dinamika.v3i1.22 | Check in Google Scholar
Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Sumberdanti, Kecamatan Sukowono, Kabupaten Jember, masih menghadapi berbagai tantangan dalam pengurusan sertifikasi halal. Sebagian besar pelaku usaha belum sepenuhnya memahami manfaat maupun prosedur sertifikasi, sehingga proses tersebut dianggap rumit dan mahal, yang pada akhirnya membuat mereka enggan untuk mengajukan permohonan. Tantangan lain juga muncul dari keterbatasan pengetahuan mengenai regulasi, kelengkapan dokumen legal yang belum memadai, serta kendala teknis seperti akun pendaftaran yang lupa atau Nomor Induk Berusaha (NIB) yang hilang. Kondisi ini menunjukkan perlunya program pemberdayaan yang tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga pendampingan dan bantuan praktis. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran pelatihan (workshop) dan pendampingan sertifikasi halal dalam memberdayakan UMKM di Desa Sumberdanti. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi lapangan, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam dengan empat pemilik UMKM, serta dokumentasi kegiatan. Hasil penelitian menunjukkan: (1) meningkatnya kesadaran pelaku usaha akan pentingnya sertifikasi halal, (2) dua UMKM berhasil menyelesaikan tahap pendaftaran awal, (3) kendala administratif seperti akun yang terlupa dan NIB yang hilang masih tetap ada, dan (4) peran penting dosen pendamping yang juga merupakan anggota Halal Center dalam memfasilitasi proses tersebut. Untuk penelitian selanjutnya, disarankan agar jumlah partisipan diperluas serta melibatkan pemangku kepentingan tambahan, termasuk pemerintah daerah, lembaga keuangan, dan platform digital, guna memastikan pemberdayaan UMKM melalui sertifikasi halal berjalan lebih menyeluruh dan berkelanjutan.
-
Penguatan Pemahaman Ibu tentang Pola Asuh Digital Sehat dalam Penggunaan Gadget pada Anak Usia Dini
Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.70437/dinamika.v2i1.19 | Check in Google Scholar
Perkembangan teknologi digital membawa tantangan baru bagi orang tua dalam mengasuh anak usia dini, terutama terkait penggunaan gadget yang berlebihan. Banyak orang tua belum memahami dampak jangka panjang paparan gawai tanpa pendampingan yang dapat memengaruhi perkembangan kognitif, sosial, emosional, dan kesehatan fisik anak. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman ibu tentang pola asuh digital sehat melalui sosialisasi dan pendampingan berbasis partisipasi komunitas. Metode yang digunakan adalah Community-Based Participatory Research (CBPR) dengan melibatkan 25 ibu yang memiliki anak usia 3–6 tahun di TK Sekar Melati, Desa Rimba Beringin. Kegiatan meliputi pemaparan materi, penyusunan family media plan, diskusi kelompok, dan refleksi peserta. Hasil kegiatan menunjukkan meningkatnya pemahaman ibu mengenai pengaturan durasi, pemilihan konten sesuai usia, serta pendampingan aktif. Peserta juga mampu menyusun aturan keluarga dan alternatif kegiatan non-digital, sejalan dengan temuan bahwa penggunaan gadget berlebihan berdampak pada kecanduan, penurunan fokus, hambatan komunikasi, dan gangguan tidur anak.
-
Penyuluhan Deteksi Dini Tumbuh Kembang pada Anak Usia Dini
Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.70437/dinamika.v2i1.17 | Check in Google Scholar
Deteksi Dini Tumbuh Kembang (DDTK) adalah kegiatan deteksi dini tumbuh kembang balita dan anak pra sekolah yang dilakukan untuk mengetahui secara dini penyimpangan pada tumbuh kembangnya guna menentukan intervensi yang dapat mempengaruhi tumbuh kembang anak. Penyuluhan DDTK ini merupakan kegiatan kerjasama dalam bidang Pengabdian Masyarakat program studi PIAUD STAI La Tansa Mashiro dengan Akbid La Tansa Mashiro dan Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (HIMPAUDI) Kecamatan Curugbitung. Penyuluhan yang diberikan yaitu kepada Mahasiswa, Guru PAUD, umum dengan tujuan mengoptimalkan pemahaman dan pengembangan pengetahuan serta keterampilan tentang program pendidikan anak usia dini mengenai deteksi dini tumbuh kembang pada anak yang selama ini dirasa masih kurang bagi guru di kecamatan Curugbitung, Lebak-Banten. Kegiatan penyuluhan ini mengenai Penyuluhan teori tentang Deteksi Tumbuh Kembang Anak pada guru dan Orang Tua di Kecamatan Curugbitung dan Penyuluhan dilakukan dengan mengkaji deteksi dini tumbuh kembang pada dua area saja yaitu deteksi dini pertumbuhan dan perkembangan.
-
Preventing Early Marriage through School–Community Partnerships in Islamic Education
Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.70437/dinamika.v2i2.20 | Check in Google Scholar
Early marriage remains a persistent social and educational challenge in Indonesia, particularly in rural communities where cultural traditions, economic pressures, and religious interpretations intersect. Despite legal reforms aimed at raising the minimum marriage age, early marriage continues to affect adolescents’ educational continuity and well-being. This study aims to document and analyze a community-based educational intervention designed to address early marriage through school–community collaboration in an Islamic educational setting. The intervention was conducted in the form of an educational seminar at an Islamic secondary school, involving students, teachers, and school administrators. A qualitative descriptive approach was employed to capture participant engagement, institutional responses, and perceived outcomes of the program. Data were generated through observation, reflective discussion, and feedback from participants during and after the seminar. The results indicate increased awareness among students regarding the legal, health, and educational implications of early marriage, as well as strengthened institutional reflection among teachers and school leaders concerning their preventive roles. While no immediate behavioral change was observed, the intervention fostered dialogue, shared understanding, and initial commitment to collaborative prevention efforts. This study highlights the potential of school-based community engagement, particularly within Islamic educational institutions, as a culturally grounded entry point for early marriage prevention. Sustained collaboration and broader community involvement are necessary to translate awareness into long-term social change.
-
Profil Antropometri (BB, TB dan Lingkar Kepala) serta Status Pertumbuhan Anak di TK Dharma Indria
Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.70437/dinamika.v3i1.27 | Check in Google Scholar
Lingkungan pendidikan memiliki peran yang sangat penting untuk mendukung pemantauan melalui kegiatan pengukuran antropometri bagi anak. Pengukuran kegiatan pengukuran bertujuan untuk mengetahui kondisi pertumbuhan anak di TK Dharma Indria 1 Jember berdasarkan pengukuran lingkar kepala, tinggi badan, serta berat badan. Penelitian ini menggunakan deskriptif kuantitatif dan data yang diperoleh dikumpulkan melalui pengukuran langsung pada anak kelompok A yang berjumlah 20 siswa. Hasil pengukuran diperoleh dari 18 anak dengan data lengkap menunjukkan 2 siswa tidak hadir, 13 anak berada pada status gizi baik, sedangkan 1 anak berada pada kategori gizi lebih, dan 4 anak berada pada kategori obesitas. Selain itu, pengukuran lingkar kepala hasil dari pengukuran lingkar kepala menunjukkan hasil anak berada pada kategori normal, namun terdapat 1 anak yang teridentifikasi mengalami mikrosefali. Kegiatan pengukuran dapat memberikan data pertumbuhan yang lebih lengkap bagi sekolah sehingga dapat digunakan sebagai dasar pemantauan dini masalah gizi dan tumbuh kembang.
-
Strategi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Berbasis Deep Learning untuk Generasi Z
Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.70437/dinamika.v2i2.28 | Check in Google Scholar
Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di sekolah masih didominasi oleh metode konvensional sehingga keterlibatan peserta didik, kemampuan berpikir kritis, dan penguatan karakter belum berkembang secara optimal. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam mengimplementasikan strategi pembelajaran Pendidikan Agama Islam berbasis Deep Learning di SMP Sains Qur'an Pekanbaru. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif yang meliputi identifikasi kebutuhan, sosialisasi, pelatihan dan workshop, serta pendampingan penyusunan perangkat pembelajaran berbasis Deep Learning. Peserta kegiatan terdiri atas guru Pendidikan Agama Islam dan guru mata pelajaran lainnya di SMP Sains Qur'an Pekanbaru. Data dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi, dan angket evaluasi peserta, kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pelatihan dan pendampingan berhasil meningkatkan pemahaman guru mengenai konsep meaningful learning, mindful learning, dan joyful learning, serta meningkatkan kemampuan guru dalam menyusun modul ajar, merancang aktivitas pembelajaran yang berpusat pada peserta didik, mengembangkan asesmen autentik, dan mengintegrasikan teknologi digital dengan nilai-nilai keislaman.
-
Workshop Penyusunan Silabus MPLS Untuk Transisi PAUD SD Yang Menyenangkan
Show Abstract | Download PDF | DOI: 10.70437/bh6chy08 | Check in Google Scholar
Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) merupakan momen masa adaptasi bagi peserta didik baru. Bagi anak usia dini, proses beradaptasi yang menyenangkan dalam masa MPLS merupakan hal yang sangat penting sehingga transisi dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) ke Sekolah Dasar (SD) menjadi proses transisi yang menyenangkan. Sesuai amanah dari Gerakan Transisi PAUD ke SD yang Menyenangkan yang merupakan episode ke 24 dari Merdeka Belajar, guru diharapkan mampu menyusun kegiatan yang menyenangkan untuk diterapkan pada MPLS yang digelar selama dua minggu pertama sekolah. Pada kegiatan workshop yang digelar oleh Forum PAUD Kabupaten Kampar disajikan materi tentang best practice penyusunan Silabus MPLS bagi guru TK dan SD awal. Kegiatan dilaksanakan selama satu hari, pada 8 Juni 2024 di Balai Bupati Kampar, dengan jumlah peserta sebanyak 100 orang perwakilan guru TK dan SD se Kabupaten Kampar. Workshop digelar dengan pendekatan pembelajaran kooperatif. Kegiatan ini memiliki luaran berupa susunan kegiatan MPLS hasil dari kolaborasi guru TK dan SD. Kelompok yang terbaik diberikan reward oleh Bunda PAUD Kabupaten Kampar.